Di Tengah Pandemi Japfa Tetap Eksis Lakukan Ekspor 


  1. GPPU  
  2. News  
  3. Event


Kamis,17 Desember 2020, 14:57 WIB

Pandemi yang tengah melanda, secara langsung membuat sektor ekonomi mendapati dampak kurang positif. Banyak perusahaan mengalami kemunduran dari sisi pamsukan maupun ekspansi pasar. Meski memikian, PT Japfa Comfeed Indonesia mampu bertahan, bahkan berhasil melakukan ekspor ke India melalui anak usahanya PT Agrinusa Jaya Santosa.

 

Disampaikan oleh Teguh Prajitno, Managing Director Strategic Business Unit Animal Health and Livestock Equipment JAPFA menyampaikan, Agrinusa melepaskan 27 ton premix vitamin senilai US$ 213.000, dari total produk yang akan diekspor senilai US$ 1 juta.

 

Peranan premix di dunia peternakan terbilang penting. Premix adalah bahan tambahan untuk dicampurkan ke dalam pakan unggas guna meningkatkan kandungan nutrisinya. Di dalamnya terdapat kandungan asam amino, vitamin, dan mineral.

 

“Ekspor perdana ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai bentuk pecapaian yang baik dalam pengakuan standar kualitas dan mutu produk dari Agrinusa,” ujar Teguh.

 

Seremoni pelepasan ekspor dilakukan pada 21 Oktober 2020, dan dihadiri langsung oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo. Turut hadir pula pada kesempatan tersebut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah. 

 

Dalam sambuatannya, Mentan sangat mengapresiasi atas kinerja Agrinusa. Menurutnya, ekspor yang dilakukan oleh PT Agrinusa Jaya Santosa, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor komoditas pertanian.

 

“Atas terealisasinya ekspor ini, berarti semua yang diupayakan selama ini oleh pihak perusahaan telah membuahkan hasil yang baik, dan kami mengapresiasi karena telah memproduksi produk yang dapat diterima negara tujuan,” ungkap Mentan.

 

Nasrullah juga mengutarakan hal sama. Ia mengapresiasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang telah berupaya merealisasikan ekspor untuk beberapa produk seperti, olahan ayam, karkas ayam, susu, Hatching Eggs, DOC, vaksin, hingga premix.

 

Sebagai catatan, sepanjang 2020 Agrinusa telah melakukan beberapa kali ekspor produk farmasetik dan sarana peternakan. Seperti pada 4 Agustus 2020, Agrinusa juga berhasil menekspor ke Myanmar.

 

Produk yang dikirim yaitu Vitakur®, Astresvit ®, Agriminovit ® dan Agriselvit® sejumlah 4,5 ton dengan nilai USD 50.000. Keempat produk tersebut mengandung herbal dan fitogenik, serta vitamin dan elektrolit yang dapat digunakan sebagai penunjang kesehatan unggas dalam menghadapi perkembangan resistensi mikroba terhadap obat antibiotik.

 

Sementara untuk 2021, Agrinusa berencana melakukan ekspor premix vitamin ke beberapa negara, diantaranya Vietnam, Bangladesh dan Myanmar. Tentunya, rangkaian produk yang dipasarkan ke mancanegara telah memenuhi persyaratan standar kelayakan ekspor internasional.
 


Berita Lain

Di Tengah Pandemi Japfa Tetap Eksis Lakukan Ekspor 

Kamis,17 Desember 2020

Pandemi yang tengah melanda, secara langsung membuat sektor ekonomi mendapati dampak kurang positif.…


CPI Hibahkan Kandang Riset Ke Beberapa Universitas

Kamis,17 Desember 2020

Demi pengembangan riset peternakan di perguruan tinggi, angota Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas…


Ekspor Produk Unggas Menunjukkan Tren Positif

Rabu,02 Desember 2020

Berdasarkan data Kementan, produk-produk peternakan nasional saat ini banyak yang sudah mampu menembus…


Mentan Lepas Ekspor Produk Dari Anggota GPPU

Selasa,01 Desember 2020

Pandemi Covid-19 nyatanya sangat mempengaruhi kondisi ekonomi, baik lokal maupun global. Meski demikian,…


Indonesia Ekspor 58.000 Butir Telur Tetas ke Myanmar

Senin,09 November 2020

Indonesia Ekspor 58.000 Butir Telur Tetas ke MyanmarIndonesia berhasil melakukan ekspor hatching egg,…



Keep in touch with us


Jl. Gn. Sahari No.11, RT.11/RW.6, Kota Tua, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430

info@gppu-id.org

(021) 62317902

Your message has been sent. Thank you!
 

© 2019 GPPU. All Rights Reserved