Ekspor Peternakan Menjadi Yang Terbesar Ke-2 Dalam Merdeka Ekspor


  1. GPPU  
  2. News  
  3. Event


Kamis,19 Agustus 2021, 14:21 WIB

Presiden RI Joko Widodo, secara virtual dari Istana Bogor melakukan pelepasan ekspor produk pertanian (14/8/2021). Kegiatan bertema Merdeka Ekspor tersebut, dilakukan serempak di 17 pintu pengeluaran baik pelabuhan laut maupun bandar udara di 17 provinsi.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani, peternak, pekebun, pelaku-pelaku usaha agribisnis, dan pemangku kepentingan pertanian lainnya yang selama masa pandemi telah bekerja keras, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga telah berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian," ungkap Presiden.

Total nilai ekspor yang berhasil dibubukan dalam kegiatan tersebut ditaksir mencapai Rp7,29 triliun. Dengan negara tujuan seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

Diungkapkan oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo, Merdeka Ekspor sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-76. “Kami berharap Merdeka Ekspor dapat menambah semangat seluruh pemangku kepentingan pertanian secara nasional,” ujar Mentan.

Yang menarik, dalam kegiatan Merdeka Ekspor, produk peternakan memiliki kontribusi cukup besar. Dalam catatan Kementan, produk peternakan menduduki posisi ke-2, sebagai produk terbesar yang diekpor.

“Komoditas peternakan yang diekspor dalam Merdeka Ekspor yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai 14 Agustus 2021, sebesar 4.012 Ton dengan nilai Rp293 miliyar,” sebut Nasrullah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Lebih jauh menjelaskan, Nasrullah, menyebut, pelepasan ekspor produk peternakan dilakukan di 7 pintu pengeluaran dengan 15 jenis komoditas. Diantara komoditas yang diekspor yaitu daging ayam olahan, ayam potong, pakan ternak, dan produk susu.

Nasrullah menyampaikan bahwa, kinerja makro subsektor peternakan pada 2021 meningkat signifikan. Hal tersebut terlihat dari nilai PDB subsektor peternakan pada triwulan II 2021 (YoY) yang tumbuh 7,07%. Kondisi tersebut didorong meningkatnya produksi unggas sejalan tingginya permintaan produk unggas dari domestik maupun ekspor.

Sementara berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) pada Juli 2021 adalah sebesar 101,00. Nilai tersebut naik sebesar 0,84% dibandingkan NTPT Juni 2021 yang sebesar 100,16.

Sebagai informasi tambahan, volume ekspor peternakan pada semester II 2021 (YoY) tumbuh sebesar 9,51% (dari 145.329 ton menjadi 159.153 ton). Sementara nilai ekspornya tumbuh 30,03% (dari USD $390.550 ribu menjadi USD $507.815 ribu).


Berita Lain

GPPU Peduli Korban Banjir Sintang

Jumat,19 November 2021

Sejak akhir Oktober 2021, Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat, dilanda bencana alam berupa bajir.…


Produksi Telur Tetas Indonesia Semakin Diakui Dunia

Jumat,19 November 2021

Indonesia kembali berhasil mengekspor hatching egg (HE) parent stock ayam broiler, alias telur tetas.…


Anggota GPPU Bantu Pemerintah Serap Telur Peternak Rakyat

Selasa,09 November 2021

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), salah sau anggota Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU),…


Hari Ayam & Telur Nasional

Jumat,15 Oktober 2021

Selamat Hari Ayam dan Telur Nasional 2021


Hari Telur Sedunia

Jumat,08 Oktober 2021

Ayo Makan Ayam



Keep in touch with us


Jl. Gn. Sahari No.11, RT.11/RW.6, Kota Tua, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430

admin@gppu-id.org

(021) 62317902

Your message has been sent. Thank you!
 

© 2019 GPPU. All Rights Reserved