Kompartementalisasi Bebas AI Indonesia Diakui Dunia


  1. GPPU  
  2. News  
  3. Berita GPPU


Rabu,22 September 2021, 10:03 WIB

Kompartementalisasi bebas flu burung (AI) Indonesia saat ini telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), lantaran telah dianggap sesuai dengan standar internasional. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan telah diterbitkannya daftar unit usaha kompartemen bebas flu burung Indonesia di website OIE.

Dengan kondisi positif tersebut, sejatinya menjadi sebuah peluang besar bagi para pelaku usaha peternakan di Indonesia untuk mengisi pasar ekspor. Salah satu pasar yang paling potensial digarap pelaku ushaa Indonesia adalah kawasan Asia Tenggara, khususnya Vietnam dan Myanmar.

Diungkapkan oleh Nasrullah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementan, Vietnam dan Myanmar sangat potensial untuk produk telur tetas atau Hatching Egg (HE) asal Indonesia. Pasalnya, kedua mnegara tersebut tidak kurang membutuhkan sekitar 1,7 juta butir HE saban tahunnya.

"Terkait dengan adanya peluang untuk mengisi pasar HE di Vietnam, pemerintah Indonesia melalui jalur diplomatik akan terus  mendorong pemerintah Vietnam untuk saling bekerja sama dengan memberi akses ekspor HE Indonesia untuk calon buyer di Vietnam," tutur Nasrullah saat melepas ekspor HE ke Myanmar yang diproduksi oleh anggota dari Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), yaitu PT Januputra Sejahtera,

PT Januputra Sejahtera berhasil melakukan ekspor telur HE sebanyak 65.880 butir parent stock (PS) broiler senilai USD 89.273,99, atau Rp 1,27 miliar, dengan tujuan yaitu Bel Ga Ltd, Myanmar.

Menurut Nasrullah, menambahkan, upaya ekspor yang dilakukan PT Januputra,  menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri bersaing di pasar global. "Kami menyampaikan terima kasih kepada perusahaan yang tak kenal lelah memproduksi unggas bahkan bisa untuk memenuhi pasar ekspor," ujar Nasrullah.

Singgih Januratmoko, Komisaris PT Januputra Sejahtera, mengamini pendapat Nasrullah mengenai tingginya peluang mengisi pasar ekspor telur HE ke Myanmar. Diungkapkan Singgih, pihaknya untuk 2022, akan kembali mengekspor sebanyak 622.500 butir HE ke Myanmar.

Sementara, pada tahun ini, setelah ekspor perdana tanggal awal September 2021, pada November 2021 akan kembali mengekspor sebanyak 31.000 butir HE, dan pada Desember sebanyak 65.880 butir HE ke Myamar.

"Ekspor tersebut menjadi kabar bagus di tengah kondisi pandemi covid-19 yang melanda tidak saja hanya Indonesia, tapi juga dunia," pungkas Singgih.

Foto : Istimewa.


Berita Lain

Hari Ayam & Telur Nasional

Jumat,15 Oktober 2021

Selamat Hari Ayam dan Telur Nasional 2021


Hari Telur Sedunia

Jumat,08 Oktober 2021

Ayo Makan Ayam


Industri Transfer Teknologi Ke Perguruan Tinggi

Senin,04 Oktober 2021

Kerjasama antara perguruan tinggi dengan industri sangat penting dilakukan demi pengembangan peternakan…


Indonesia Ekspor Olahan Ayam ke Bangladesh

Minggu,29 Agustus 2021

Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), melalui anak usaha anggotanya kembali berhasil melakukan…


Ekspor Peternakan Menjadi Yang Terbesar Ke-2 Dalam Merdeka Ekspor

Kamis,19 Agustus 2021

Presiden RI Joko Widodo, secara virtual dari Istana Bogor melakukan pelepasan ekspor produk pertanian…



Keep in touch with us


Jl. Gn. Sahari No.11, RT.11/RW.6, Kota Tua, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430

admin@gppu-id.org

(021) 62317902

Your message has been sent. Thank you!
 

© 2019 GPPU. All Rights Reserved