Peluang Di Bidang Perunggasan


  1. GPPU  
  2. News  
  3. Promosi


Sabtu,15 Agustus 2020, 06:58 WIB

Isu stunting ini telah menjadi perhatian serius pemerintah dalam hal ini Presiden dan kementerian terkait. Jargon-jargon 4 sehat 5 sempurna atau 5 sehat dan sempurna dengan gizi seimbang pun perlu disosialisasikan dan dikampanyekan kembali oleh lintas sektoral bersama  stakeholder termasuk melibatkan secara aktif ibu-ibu PKK.

                Terkait bidang peternakan, salah satu cara mencegah terjadinya stunting adalah konsumsi makanan bergizi yang bisa didapatkan dari produk protein hewani seperti daging ayam dan telur. Daging ayam dan telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang terjangkau harganya dan mudah diolah menjadi beragam hidangan yang enak untuk disantap keluarga terutama balita dan anak-anak.

                Upaya bersama untuk mencegah stunting ini pun menuntut peran para produsen protein hewani dalam hal ini peternak guna menghasilkan produk daging ayam dan telur yang berkualitas serta terjangkau harganya oleh masyarakat. Untuk itu, upaya efisiensi dalam manajemen pemeliharaan ayam harus dilakukan secara berkesinambungan.

                Dengan tercapainya efisiensi, HPP (Harga Pokok Produksi) ditingkat peternak bisa ditekan sehingga harga jual daging ayam dan telur di konsumen pun akan semakin terjangkau. Peternak pun tetap memperoleh keuntungan dan bisnis peternakannya berkelanjutan serta yang terpenting konsumsi masyarakat akan protein hewani semakin meningkat sehingga angka stunting bisa semakin berkurang.

                Agar bisnis perunggasan semakin bergairah dalam meningkatkan konsumsi ptotein hewani di masyarakat tentunya perlu dukungan dari pemerintah melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkannya. Salah satu yang sangat penting bagi peternak atau pelaku usaha perunggasan  misalnya pemerintah memberikan insentif berupa bunga rendah untuk pendirian closed house (kandang tertutup), RPA (Rumah Potong Ayam) dan jaringan rantai dingin (cold chain) untuk kegiatan usaha perunggasan.

                Dengan penerapan closed house akan mempercepat realisasi program wilayah bebas penyakit atau kompartementalisasi serta meningkatkan daya saing usaha perunggasan di tanah air. Pasalnya, closed house dapat menghambat keluar/masuk penyakit ke peternakan. Juga bisa mengeliminir penyebaran penyakit zoonosis kepada manusia.


Berita Lain

Indonesia Ekspor 58.000 Butir Telur Tetas ke Myanmar

Senin,09 November 2020

Indonesia Ekspor 58.000 Butir Telur Tetas ke MyanmarIndonesia berhasil melakukan ekspor hatching egg,…


Sambutan Peluncuran Website GPPU

Senin,17 Agustus 2020

Assalamu’alaikum Wr. Wb.Salam kasih untuk kita semua.Teriring doa untuk rekan-rekan dan keluarga besar…


Nasrullah Dilantik Menjadi Dirjen PKH

Minggu,16 Agustus 2020

Jakarta (GPPU). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melantik Nasrullah sebagai Direktur Jenderal…


Achmad Dawami Pimpin GPPU

Jumat,14 Agustus 2020

Tangerang Selatan (GPPU). Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita…



Keep in touch with us


Jl. Gn. Sahari No.11, RT.11/RW.6, Kota Tua, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430

info@gppu-id.org

(021) 62317902

Your message has been sent. Thank you!
 

© 2019 GPPU. All Rights Reserved